Heboh, Gelang Kode yang Dipakai Korban Dugaan Intimidasi..

Heboh, Gelang Kode yang Dipakai Korban Dugaan Intimidasi, Mustofa Nahrawardaya Temukan Kejanggalan Mustofa Nahrawardaya, menemukan kejanggalan pada video dugaan intimidasi di car free day pekan lalu. Dalam video viral di twitter, Mustofa Nahrawardaya berbicara di acara Dua Sisi, TVone. Dalam potongan video tersebut, Mustofa Nahrawardaya menganalisa ada kejanggalan yang disebutnya gelang kode. &quoVIVA – Korban intimidasi sejumlah orang berkaus #2019GantiPresiden di area Car Free Day, Susi Ferawati, menjelaskan soal gelang kode yang marak dibicarakan dan menjadi trending topic Twitter. Dikutip dari akun Facebooknya, Susi menjelaskan jika gelang yang tengah jadi perbincangan itu adalah gelang tasbih yang dia dapat dari salah satu.Teori-teori Denial yang Muncul Tentang Intimidasi Terhadap Ibu Susi Ferawati di CFD Jaka. 3pt Today's tag video bokeh terbaru 0 keris siamang tunggal 1 semihongkong 87 Perempuan Tanah Jahannam LK21 1 nonton filmstreamingonline 1 LINK 49 drakorindo 35 video Tante girang 29 ayamkampus 20 video siswi bokeh full 69 Vina Garut 71 tante vs keponakan.Terungkap, Achmadi Achdiar Pelaku Persekusi Ibu Susi Ferawati Di Car Free Day Ternyata Karyawan Di Perusahaan Asing. "Perempuan PSI Laporkan Intimidasi atas Ibu dan Anak di Car Free Day". Jangan lupa di CV cantumkan kegiatan & aktivitas organisasi teemasuk jalan2 di CFD sambil persekusi orang." tulis akun Inka Roebiono Iskandar "Achmadi. Jakarta - Seorang pria bernama Stedi Repki Watung (37) mengaku diintimidasi saat berolahraga di Car Free Day (CFD) Bundaran HI. Dia kemudian melaporkan tindakan tersebut ke Polda Metro Jaya. Stedi menyatakan, pada CFD kemarin, dia memakai baju #Dia Sibuk Kerja dan sedang beristirahat selepas berolahraga. Saya menyelamatkan anak itu, dia langsung lari," tutur Stedi. Namun Stedi merasa diintimidasi dengan disodor-sodorkan uang oleh kelompok #2019Ganti Presiden."Saya berusaha untuk menyelamatkan diri juga dari kerumunan orang banyak orang di situ. Tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil yang dihadang oleh kelompok yang memakai baju #2019Ganti Presiden."Waktu itu saya lagi istirahat terus kebetulan ada teman saya, teman jalan pagi, anak kecil Stedi kemudian berusaha menolong anak tersebut tapi dirinya juga dihadang oleh kelompok yang memakai kaus #2019Ganti Presiden.

Geram, Netizen Ungkap Jejak Digital Salah Satu Oknum Aksi Intimidasi.

Stedi menyatakan dia justru mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari kelompok tersebut."Pas saya sudah sampai di kerumunan ganti presiden itu tiba-tiba saya dicegat. Namun dia emoh melepaskannya."Tapi saya tetap mempertahankan presiden saya, Jokowi. Soal kejadian itu, pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya, yang berada di lokasi kejadian, menyatakan tidak ada intimidasi."Nggak ada (intimidasi). Tak berhenti di situ, Stedi pun dipaksa melepas kaus #Dia Sibuk Kerja. Laporan Stedi tertuang dengan nomor TBL/2362/IV/2018/PMJ/Dit. Berkaitan dengan CFD pada Minggu kemarin, juga muncul video viral mengenai ibu dan anak yang disebut diintimidasi. Harga robot fc33 trading. PORTAL-ISLAM. ID Insiden "intimidasi" CFD yang terjadi pada hari Minggu 29/4/2018, antara massa yang memakai kaos tagar #2019GantiPresiden terhadap pendukung Jokowi pemakai kaos tagar #DiaSibukBekerja, telah menjadi polemik luas di media sosial. Di acara DUA SISI yang disiarkan tvOne tadi malam, Rabu 2/5/2018, dibahas terkait insiden CFD ini.BENANKMERAH. CO, JAKARTA – Insiden dugaan intimidasi di Car Free Day CFD oleh massa kaus #2019GantiPresiden terhadap pria dan perempuan berkaus #DiaSibukKerja masih menjadi polemik. Aktivis Muhammadiyah, dan juga penggiat media sosial Mustafa Nahrawardaya menemukan kejanggalan dalam peristiwa yang berujung intimidasi itu. Dari gambar video di media sosial tersebut, dia menemukan ada fakta.Korban intimidasi relawan #2019GantiPresiden di hari bebas kendaraan bermotor Car Free Day, Susi Ferawati mengaku banyak mendapatkan teror melalui media sosial. Dia mengaku dicecar terkait tuduhan-tuduhan rekayasa peristiwa yang menimpanya. "Disangka rekayasa, dibilang itu bukan anak.

Tetapi nanti untuk memastikan lengkapnya, sekaligus mematahkan dugaan ada skenario atau sinetron, sandiwara, itu nanti polisi dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan CCTV," katanya. Pelaku Diduga Lebih dari 5 Orang. Muannas menuturkan, jumlah pelaku dugaan intimidasi belum pasti, namun diduga lebih dari lima orang.TEMPO. CO, Jakarta - Gerakan Pemuda Jakarta adalah salah satu kelompok yang mendukung aksi #2019GantiPresiden. Kelompok ini.Kode Gelang Saat Intimidasi di CFD, Skenario atau Kebetulan? – VIVA VIVA – Tanda pagar tagar Gelang Kode #GelangKode sempat menguasai lini massa Twitter, Kamis. Tagar ini. Apa benar ada perkusi di cfd 2018 kompasiana.com. "Disangka rekayasa, dibilang itu bukan anak saya, karena ada perbedaan nama anak, kalau ada pertanyaan itu anaknya nama siapa benar enggak, saya jawab tanya aja ke yang pembuat video, saya kan bukan yang buat dan viralkan video gitu, mungkin salah dengar, tanya aja ke pembuat video saya kan enggak tahu," kata Susi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/5). Dia juga bercerita, tidak ada itikad baik dan permintaan maaf oleh pihak yang membela relawan ganti presiden.Susi membantah tuduhan mengenal dengan pelaku intimidasi seperti yang dituduhkan di media sosial, lantaran mengenakan gelang serupa. Malah, dia diteror terkait tuduhan gelang tersebut. Sebelumnya, Susi melaporkan peristiwa intimidasi ini ke Polda Metro Jaya.Dia mengaku ketika itu hanya dengan rombongannya melintas di CFD. "Waktu kejadian gelang pertama kali baru bangun tidur aja saya sudah diteror masalah gelang. Dalam sebuah video yang viral, Susi yang bersama anaknya, didatangi sejumlah orang lalu dituturkan sejumlah perkataan yang mengintimidasi.Termasuk ditemani rekannya bernama, Siti Taruma, yang menjadi saksi fakta dalam pelaporannya ke Polda Metro Jaya. Saya sih jelaskan positif saja bahwa itu kan gelang hadiah dari Madinah. Susi mendapatkan intimidasi tersebut karena memakai kaos #Dia Sibuk Kerja, melintas di depan sejumlah orang memakai kaos #2019Ganti Presiden, pada Minggu (29/4) lalu.

Terungkap, Achmadi Achdiar Pelaku Persekusi Ibu Susi.

Gayung bersambut. Susi Ferawati, korban intimidasi di acara CFD Minggu lalu, bereaksi atas pernyataan Mustofa Nahra terkait kode gelang yang digunakan korban dan pelaku. Fera tak habis pikir dengan analisa Mustofa yang mengaitkan gelang yang dia pakai dengan skenario intimidasi di CFD.Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyatakan gesekan yang terjadi di Car Free Day CFD antara massa berkaus #2019GantiPresiden dan massa #DiaSibukKerja bukan intimidasi. Fadli menilai.TERUNGKAP. 11 Kejanggalan Kasus Intimidasi CFD Di balik ramai-ramai kasus intimidasi di car free day CFD, Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu 29/4. Pegiat Media Sosial, Mustofa Nahrawardaya memiliki analisa dan pandangan yang unik terhadap kasus tersebut. Warga panik di cfd thamrin. Ia terlihat ikut melakukan intimidasi ke wanita bernama Susi Ferawati dan anaknya. Peristiwa itu terjadi di CFD di Bundaran Hotel Indonesia HI, Menteng, Jakarta Pusat Jakpus, Minggu 29/4/2018.Kesamaan itu memunculkan dugaan skenario yang sama akan terjadi di pemilihan Presiden 2019. "Gerakan mereka sangat persis di mana intimidasi dan teror mereka lakukan. Kami yakin jangan-jangan skenario pilkada akan diulang di pilpres," sambungnya. Menurut Immanuel, intimidasi yang dilakukan kepada relawan Jokowi sangat keji.Stedi Repki Watung, korban dugaan intimidasi sekelompok orang berkaos #2019GantiPresiden saat acara Car Free Day melaporkan.

Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin angkat bicara soal adanya dugaan intimidasi saat Car Free Day, Minggu (29/4).Ia mengimbau massa yang berbeda pendapat tak bertemu di ruang publik untuk menghindari gesekan."Oleh karena itu, kalau ada dua kelompok yang berbeda jangan bertemu," ucap Syafruddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018).Ia pun memberi catatan bagi aparat kepolisian mengatur agar massa yang membawa atribut tertentu di ruang publik tidak sampai bertemu. Indikator trading forex no loss dan no repaint. [[Menurut Syafruddin, hal itu untuk menghindari bentrokan, seperti yang terjadi di CFD, Minggu (29/4) lalu.Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki ada-tidaknya unsur pidana terkait video dugaan intimidasi seorang ibu dan anak pejalan kaki di acara Car Free Day (CFD).Dugaan intimidasi itu terungkap setelah adanya video viral yang memperlihatkan warga berkaus #2019Ganti Presiden dan relawan Joko Widodo yang memakai kaus #Dia Sibuk Kerja di CFD.

Intimidasi Di CFD, Sandiaga Ingat Masa Pilkada DKI.

Salah satu kelompok kemudian terlihat mengacungkan uang ke kelompok lain.Uang juga diacungkan ke seorang ibu yang membawa anaknya yang masih bocah sehingga si bocah menangis karena dikerumuni. ID] Di balik ramai-ramai kasus intimidasi di car free day (CFD), Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/4). Pegiat Media Sosial, Mustofa Nahrawardaya memiliki analisa dan pandangan yang unik terhadap kasus tersebut.Mustofa atau @Netizen Tofa membeberkan setidaknya ada 11 kejanggalan yang menyelimuti insiden massa #2019Ganti Presiden dan pendukung Jokowi #Dia Sibuk Kerja saat itu.Pertama, baik pelaku, korban maupun para provokator dan orang yang mengaku polisi di lokasi kejadian menggunakan gelang yang hampir sama.

Kedua, kaus #Dia Sibuk Kerja yang dipakai massa saat itu memiliki rupa yang seragam, dari segi warna, ukuran, hingga desainnya.Sehingga anak-anak yang memakai kaus itu, terlihat kedodoran.Ketiga, Mustofa tidak melihat ada yang menjual kaus #Dia Sibuk Kerja di area CFD. Hal ini berbanding terbalik dengan kaus #2019Ganti Presiden yang banyak dijual bebas di kawasan CFD.Keempat, sebenarnya polisi telah mengimbau agar massa #Dia Sibuk Kerja tidak melewati Bunderan HI dan tetap di kawasan Patung Kuda.Namun, ternyata massa melewati Bundaran HI dan sebagian menerobos ke massa #2019Ganti Presiden.

Skenario intimidasi cfd terungkap

Kelima, yang membuatnya aneh adalah ada beberapa orang yang mengaku sebagai polisi tetapi mengenakan gelang yang mirip dengan pelaku, korban, dan provokator intimidasi.Keenam, beberapa hari sebelum aksi, ada orang yang mengaku sebagai koordinator #2019Ganti Presiden, untuk menggalang aksi di CFD.Padahal, orang itu tidak dikenal di komunitas #2019Ganti Presiden. Can i be profitable with futures trading. Ketujuh, Koordinator misterius ini, kemudian mengajukan izin aksi ke polisi dan ditolak.Kemudian, koordinator aneh ini mengumumkan pembatalan aksi secara sepihak. Mungkin ada yang memerintah koordinator misterius tersebut agar membatalkan aksi, dengan harapan massa aksi tagar #2019Ganti Presiden yang terlanjur percaya sama koordinator, membatalkan juga kehadirannya ke HI," kata Mustofa."Aneh, sudah rahasia umum, orang ke CFD kan tanpa izin. Kedelapan, ada juga orang mengaku Koordinator Nasional #2019Ganti Presiden bernama Effendi Saman, namun ketika ditanya ke inisiator tagar #2019Ganti Presiden yakni Mardani Ali Sera dan Neno Warisman, ternyata hal itu tidak benar.

Skenario intimidasi cfd terungkap

"Beliau (Mardani dan Neno) tidak pernah mengangkat, menyuruh, atau memberi tugas kepada siapa pun, termasuk Effendi Saman, untuk pendelegasian sebagai Kornas #2019Ganti Presiden," ucap nya.Kesembilan, dua massa ini sama-sama mengaku tidak dikoordinir, tapi peserta berkaus #Dia Sibuk Kerja bisa hadir dan mendapat kaus seragam dan ada perempuan-perempuan berkaus #Dia Sibuk Kerja mengedrop makanan kotakan tak terhitung jumlahnya.Kesepuluh, ada orang mengibas-ngibaskan uang, lalu ada orang berkaus #2019Ganti Presiden membeli paksa kaus yang dikenakan pihak lain, lalu ada yang mengejek dengan kata-kata tertentu. "Jika semua itu dianggap kejahatan, anehnya, tak ada satupun polisi menangkap mereka.Ada juga orang yang merampas spanduk, juga tidak ditangkap. Terakhir, yang kesebelas, dan paling mencengangkan, Susi berteriak sangat dramatis, dengan mengucapkan 'Muslim apa kalian? Menurut Mustofa, hal itu sangat janggal karena Susi secara spontan berteriak seperti itu. Menurut saya, perlu latihan lama untuk bisa meneriakkan ucapkan semacam di video yang beredar."Bagaimana dia bisa spontan menganggap pelakunya Muslim? Ucapan Bu Susi benar-benar mirip artis," pungkasnya.