GelangKode Tandai Ada yang Aneh Dalam Intimidasi CFD KASKUS.

Kemarin, Kamis. pengguna Twitter berbondong-bondong bikin status dengan memberi tanda pagar #GelangKode. Ada apa dengan #GelangKode? Dugaan adanya intimidasi terhadap seorang ibu di area car free day CFD oleh sejumlah pria berkaus #2019GantiPresiden masih menghangat. Bahkan kembali ramai diperbincangkan saat Mustofa Nahrawardaya menemukan adanya kejanggalan pada video yang merupakaSeorang pria bernama Stedi Repki Watung 37 mengaku mendapatkan diintimidasi saat berolahraga di Car Free Day CFD Bundaran HI. Ia lalu mengadu ke polisi.May 04, 2018 Baca juga Terungkap, Ini Alasan Ketua Majelis Syuro PKS Pecat Fahri Hamzah Berawal dari rasa penasaran mengenai persoalan sebenarnya, pria yang juga menjadi pegiat sosial media ini mulai mempelajari rekaman video yang tersebar di Youtube.Skela I was born on the island of Curacao, N. A. An island in the Caribbean Sea, where the sun shines every day, and the birds are singing. Kejanggalan Gelang Kode CFD yang Dipakai Korban Intimidasi, Susi Ferawati Komentar Begini Susi Ferawati, ibu rumah tangga yang mengalami persekusi saat mengikuti jalan santai di acara car free day CFDPolisi mempersilakan jika ada pihak yang ingin melaporkan dugaan intimidasi di car free day di Jakarta. Lalu apa benar ada tindak intimidasi.Dugaan intimidasi itu terungkap setelah adanya video viral yang memperlihatkan warga berkaus #2019GantiPresiden dan relawan Joko Widodo yang memakai kaus #DiaSibukKerja di CFD.

Misteri Gelang Kode Saat Terjadi Intimidasi di CFD, Settingan.

Heboh, Gelang Kode yang Dipakai Korban Dugaan Intimidasi, Mustofa Nahrawardaya Temukan Kejanggalan Dalam potongan video tersebut, Mustofa Nahrawardaya menganalisa ada kejanggalan yang disebutnya #.JAKARTA, - Tanda pagar tagar Gelang Kode #GelangKode sempat menguasai lini massa Twitter, Kamis. Tagar ini mengungkap sisi lain dari kasus intimidasi massa berkaus #2019GantiPresiden terhadap seorang ibu dan di arena car free day CFD pada Minggu, 29 April 2018 lalu.Jakarta – Korban aksi dugaan intimidasi yang terjadi di kawasan Car Free Day CFD, Susi Ferawati, kini justru dituduh melakukan rekayasa karena gelang yang dikenakannya yang ramai di media sosial disebut dengan ‘gelang kode’. Gelang berbentuk biji-bijian berwarna coklat itu dikatakan sebagai identitas mereka yang melakukan rekayasa. Dia menyebut perilaku itu merupakan tindakan persekusi yang terorganisasi."Perilaku persekusi dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan cara yang sangat terorganisir, terencana masif, terpola, dan telah sampai akan tujuannya," tutur dia. Politikus Gerindra M Taufik, yang hadir di CFD kemarin, menyatakan aksi massa berkaus #2019Ganti Presiden tidak dikoordinasi. Salah seorang kuasa hukum, Bambang Sri Pudjo, mengatakan tindakan yang terjadi di CFD itu sangat memalukan. Perkara yang dilaporkan adalah perbuatan yang tidak menyenangkan disertai ancaman kekerasan dengan Pasal 335 KUHP. Stedi melaporkan insiden tersebut didampingi oleh Perkumpulan Advokasi Hukum Indonesia Hebat (Padi Hebat).

Mau diperiksa juga nggak saling kenal mereka," kata Mustofa.- Korban intimidasi relawan #2019Ganti Presiden di hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day), Susi Ferawati mengaku banyak mendapatkan teror melalui media sosial.Dia mengaku dicecar terkait tuduhan-tuduhan rekayasa peristiwa yang menimpanya. Korban intimidasi di acara Car Free Day CFD, Susi Ferawati, angkat bicara soal isu miring yang menyebut dirinya mengenal Effendi Saman. Fera memang mengakui bahwa dia merupakan simpatisan Jokowi, namun dia membantah bahwa dirinya kenal dengan sosok yang ramai diperbincangkan tersebut.Fakta gelang kode CFD Hasil riset Mustofa Nahrawardaya. Dari pengakuan Mustofa kepada tV One melalui acara dua sisi ia menegaskan apabila gelang yang digunakan oleh pelaku pemberi uang yang melakukan intimidasi dan korban intimidasi dipastikan menggunakan gelang yang sama seperti terlihat dari bentuknya dan warnanya yang sama.Sekelompok orang berkaos #2019GantiPresiden melakukan tindakan intimidasi terhadap beberapa orang di kawasan Car Free Day CFD.

Skela skabbara on Pinterest

Susi Ferawati melaporkan intimidasi yang diterimanya di CFD Ronald/Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Bawaslu tidak bisa mengambil langkah hukum terkait dua kelompok yang bergesekan saat hari bebas kendaraan bermotor atau car free day CFD di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu 29 April 2018.TERUNGKAP. 11 Kejanggalan Kasus Intimidasi CFD Di balik ramai-ramai kasus intimidasi di car free day CFD, Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu 29/4. Pegiat Media Sosial, Mustofa Nahrawardaya memiliki analisa dan pandangan yang unik terhadap kasus tersebut.Kesamaan itu memunculkan dugaan skenario yang sama akan terjadi di pemilihan Presiden 2019. "Gerakan mereka sangat persis di mana intimidasi dan teror mereka lakukan. Kami yakin jangan-jangan skenario pilkada akan diulang di pilpres," sambungnya. Menurut Immanuel, intimidasi yang dilakukan kepada relawan Jokowi sangat keji. Aged care brokers. Para korban intimidasi ini mengenakan kaus#DiaSibukKerja. Hal ini terungkap dari video yang viral di media sosial. Sandiaga menambahkan, pasca insiden gesekan #2019GantiPresiden pada CFD kemarin, pemerintah DKI akan melakukan sosialisasi perihal peruntukan car free day ini.Terungkap. Pada peristiwa yang terjadi di acara car free day CFD di kawasan Bundaran Hotel. Intimidasi. Iran Pertimbangkan 13 Skenario Balas Dendam, Zaenab Putri Qasem Soleimani Peringatkan Donald Trump.Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyatakan gesekan yang terjadi di Car Free Day CFD antara massa berkaus #2019GantiPresiden dan massa #DiaSibukKerja bukan intimidasi. Fadli menilai.

Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin angkat bicara soal adanya dugaan intimidasi saat Car Free Day, Minggu (29/4).Ia mengimbau massa yang berbeda pendapat tak bertemu di ruang publik untuk menghindari gesekan."Oleh karena itu, kalau ada dua kelompok yang berbeda jangan bertemu," ucap Syafruddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018).Ia pun memberi catatan bagi aparat kepolisian mengatur agar massa yang membawa atribut tertentu di ruang publik tidak sampai bertemu. [[Menurut Syafruddin, hal itu untuk menghindari bentrokan, seperti yang terjadi di CFD, Minggu (29/4) lalu.Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki ada-tidaknya unsur pidana terkait video dugaan intimidasi seorang ibu dan anak pejalan kaki di acara Car Free Day (CFD).Dugaan intimidasi itu terungkap setelah adanya video viral yang memperlihatkan warga berkaus #2019Ganti Presiden dan relawan Joko Widodo yang memakai kaus #Dia Sibuk Kerja di CFD.

Kejanggalan Gelang Kode CFD yang Dipakai Korban Intimidasi.

Salah satu kelompok kemudian terlihat mengacungkan uang ke kelompok lain.Uang juga diacungkan ke seorang ibu yang membawa anaknya yang masih bocah sehingga si bocah menangis karena dikerumuni. ID] Di balik ramai-ramai kasus intimidasi di car free day (CFD), Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (29/4). Pegiat Media Sosial, Mustofa Nahrawardaya memiliki analisa dan pandangan yang unik terhadap kasus tersebut.Mustofa atau @Netizen Tofa membeberkan setidaknya ada 11 kejanggalan yang menyelimuti insiden massa #2019Ganti Presiden dan pendukung Jokowi #Dia Sibuk Kerja saat itu.Pertama, baik pelaku, korban maupun para provokator dan orang yang mengaku polisi di lokasi kejadian menggunakan gelang yang hampir sama.

Kedua, kaus #Dia Sibuk Kerja yang dipakai massa saat itu memiliki rupa yang seragam, dari segi warna, ukuran, hingga desainnya.Sehingga anak-anak yang memakai kaus itu, terlihat kedodoran.Ketiga, Mustofa tidak melihat ada yang menjual kaus #Dia Sibuk Kerja di area CFD. Hal ini berbanding terbalik dengan kaus #2019Ganti Presiden yang banyak dijual bebas di kawasan CFD.Keempat, sebenarnya polisi telah mengimbau agar massa #Dia Sibuk Kerja tidak melewati Bunderan HI dan tetap di kawasan Patung Kuda.Namun, ternyata massa melewati Bundaran HI dan sebagian menerobos ke massa #2019Ganti Presiden.

Skenario intimidasi cfd terungkap

Kelima, yang membuatnya aneh adalah ada beberapa orang yang mengaku sebagai polisi tetapi mengenakan gelang yang mirip dengan pelaku, korban, dan provokator intimidasi.Keenam, beberapa hari sebelum aksi, ada orang yang mengaku sebagai koordinator #2019Ganti Presiden, untuk menggalang aksi di CFD.Padahal, orang itu tidak dikenal di komunitas #2019Ganti Presiden. Cara seting vps forex. Ketujuh, Koordinator misterius ini, kemudian mengajukan izin aksi ke polisi dan ditolak.Kemudian, koordinator aneh ini mengumumkan pembatalan aksi secara sepihak. Mungkin ada yang memerintah koordinator misterius tersebut agar membatalkan aksi, dengan harapan massa aksi tagar #2019Ganti Presiden yang terlanjur percaya sama koordinator, membatalkan juga kehadirannya ke HI," kata Mustofa."Aneh, sudah rahasia umum, orang ke CFD kan tanpa izin. Kedelapan, ada juga orang mengaku Koordinator Nasional #2019Ganti Presiden bernama Effendi Saman, namun ketika ditanya ke inisiator tagar #2019Ganti Presiden yakni Mardani Ali Sera dan Neno Warisman, ternyata hal itu tidak benar.

Skenario intimidasi cfd terungkap

"Beliau (Mardani dan Neno) tidak pernah mengangkat, menyuruh, atau memberi tugas kepada siapa pun, termasuk Effendi Saman, untuk pendelegasian sebagai Kornas #2019Ganti Presiden," ucap nya.Kesembilan, dua massa ini sama-sama mengaku tidak dikoordinir, tapi peserta berkaus #Dia Sibuk Kerja bisa hadir dan mendapat kaus seragam dan ada perempuan-perempuan berkaus #Dia Sibuk Kerja mengedrop makanan kotakan tak terhitung jumlahnya.Kesepuluh, ada orang mengibas-ngibaskan uang, lalu ada orang berkaus #2019Ganti Presiden membeli paksa kaus yang dikenakan pihak lain, lalu ada yang mengejek dengan kata-kata tertentu. Pasir gudang free trade zone. "Jika semua itu dianggap kejahatan, anehnya, tak ada satupun polisi menangkap mereka.Ada juga orang yang merampas spanduk, juga tidak ditangkap. Terakhir, yang kesebelas, dan paling mencengangkan, Susi berteriak sangat dramatis, dengan mengucapkan 'Muslim apa kalian? Menurut Mustofa, hal itu sangat janggal karena Susi secara spontan berteriak seperti itu. Menurut saya, perlu latihan lama untuk bisa meneriakkan ucapkan semacam di video yang beredar."Bagaimana dia bisa spontan menganggap pelakunya Muslim? Ucapan Bu Susi benar-benar mirip artis," pungkasnya.